Pages

  • Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • RSS Feed

Ghazwul Fikri

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (al-Baqoroh:120)
Ummat Islam secara umum tidak menyadari akan bahaya perang pemikiran. Fenomena ini dibuktikan dengan banyaknya kita yang secara sadar ataupun tidak telah mengikuti pemikiran, tingkah laku, dan gaya hidup orang Barat. Ketidaksadaran kita terhadap bahaya ini menjadikan kita kehilangan identitas dan kepercayaan diri sebagai seorang Muslim. Bahkan kebanggaan dengan bertingkah laku jahiliyah ini telah kita jadikan sebagai budaya.
Kaum kafir (Barat) yang telah mengalami kekalahan yang beruntun dari kaum Muslim selama perang Salib, mereka mencari cara untuk mengahancurkan umat Islam. Strategi yang dipilih untuk menghancurkan Islam adalah Al-Ghazw Al-Fikr, dimana mereka menyerang pemikiran, budaya, mental, dan konsep yang dilakukan secara terus menerus dengan sistematis dan terancang dengan baik. Hal ini dilakukan sehingga muncul perubahan kepribadian, gaya hidup, dan tingkah laku pada umat Islam.
Salah satu upaya Barat untuk melestarikan imperialismenya di Dunia Islam adalah dengan memadamkan api jihad di tengah-tengah kaum Muslim. Diantara strategi mereka adalah:

1. IMPERIALISME (KOLONIALISME).
Dalam ghazwul fikr ini sendiri terdapat satu kajian tentang imperialisme atau kolonialisme. Dimana imperialisme bisa terjadi di segala bidang kehidupan kita, seperti dalam bidang politik, ekonomi, budaya, militer dan lain sebagainya. Karena imperialisme itu sendiri adalah suatu paham tentang bagaimana supaya mereka bisa menguasai dan menjajah sebuah wilayah yang akan menjadi lahan mencari keuntungan dari wilayah tersebut, yang bisa melalui berbagai cara unutk mencapai tujuan mereka.
Dua hal yang selalu dilakukan penjajahan, apabila menjajah sebuah negeri yaitu : Pertama membinasakan negeri tersebut, dan yang kedua membikin hina penduduknya. Sebagaimana Allah swt berfirman :

قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً وَكَذَلِكَ يَفْعَلُونَ.
Artinya : “Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat”. (QS. An-Naml : 34).



DAMPAK IMPERIALISME DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN MANUSIA

1. Di bidang Politik
Dalam bidang politik kita kalah dengan para imperialis yang mempunyai peranan yang lebih besar sehingga mereka mendominasi kehidupan politik tersebut, apalagi mereka telah mendidik orang-orang kita yang akan diarahkan untuk membawa pengaruh mereka ke dalam kehidupan politik Islam. Akibatnya kehidupan politik di dunia Islam didominasi dan diarahakan oleh mereka yang secara pemikiran dan ideologis taat kepada arahan dan kehendak orang-orang Barat. Sikap dalam menghadapi peristiwa nasional dan internasional, aturan dan sistem politik yang berlaku, jauh dari nilai-nilai Islam. Panggung politik dunia Islam sepenuhnya dimainkan oleh orang-orang yang menjadi boneka Barat dan diramaikan oleh orang-orang sekuler. Sebaliknya orang-orang yang masih taat kepada asas Islam dan menginginkan berlakunya sistem Islam, tergusur dari pentas politik.

2. Di bidang Ekonomi
Dalam bidang ekonomi kita ummat Islam dijajah dengan paham ekonomi kapitalis yang telah dicanangkan sejak mereka terhadap sebuah negara yang mereka jajah. Sehingga dengan leluasanya mereka menerapkan paham kapitalis mereka ke dalam sistem ekonomi negara yang bersangkutan, karenanya membuat kita sulit mengembangkan sistem ekonomi secara Islam dalam negara kita . Dengan demikian negara yang telah dijajah oleh Barat mau tidak mau harus melaksanakan sistem ekonomi kapitalis yang telah jelas tidak bisa membawa kesejahteraan ekonomi bagi kaum Muslim malah yang terjadi adalah kehancuran ekonomi umat Islam.

3. Di Bidang Budaya
Dalam bidang budaya kita ummat Islam telah banyak meniru gaya dan budaya orang-orang Barat. Ada beberapa hal yang diprogramkan oleh orang-orang Yahudi dalam rangka menghancurkan ummat Islam yang dikenal dengan 5 F, yaitu : Food (makanan), Fantasy (Hiburan), dan Fashion (Pakaian), Film, dan Fly (minuman keras dan narkoba). Semua ini mempunyai dampak yang sangat besar, sebagai contohnya adalah masalah Fashion (pakaian) dimana kita sebagai ummat Islam telah terpengaruh dengan budaya Barat yang merupakan sebuah trend untuk menghancurkan generasi baru Islam, dengan cara berpakaian yang tidak menutupi auratnya bahkan bisa kita lihat ”dajjal”(dada dan bujal) dan ”sekwilda”(sekitar wilayah dada) dari para wanita itu sendiri.

4. Di Bidang Militer
Dalam bidang militer kita ummat Islam banyak memakai barang-barang militer buatan Barat, inilah menunjukkan bahwa kita telah ditindas oleh mereka sehingga kita hanya tergantung kepada mereka dalam hal kelengkapan militer. Hal ini menyebabkan produk dalam negeri kita dibiarkan begitu saja. Bahkan ummat Islam di intimidasi supaya hanya membeli senjata ataupun peralatan perang lainnya dari negara Barat.


5. Di Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan kita telah di intimidasi dengan memakai sistem pendidikan Barat, dimana lebih diorientasikan kepada hal-hal yang bertentangan dengan tata cara kehidupan ummat Islam itu sendiri, seperti membolehkan antara kaum laki-laki dengan kaum perempuan bercampur dalam satu ruangan untuk melakukan proses pembelajaran sehingga dengan mudahnya terjadi pergaulan yang menjerumuskan para pelajar ke dalam jurang kemaksiatan.

2. KRISTENISASI/PEMURTADAN

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
”Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” (QS Al-baqarah:109)

Secara garis besar kristenisasi adalah upaya pengkristenan secara total yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menjadikan orang Islam sebagai pemeluk agama mereka dan keluar dari agama Islam.

Pemurtadan dalam bentuk 5 F yaitu:
1. Film, termasuk VCD, Play Station, Parabola, Internet, Handphone berkamera
2. Fun (kesenangan dunia sesaat yang disebut hedonisme)
3. Fly (mabuk minuman keras beralkohol dan penyalah gunaan narkoba)
4. Food (makanan dan minuman yang tidak jelas halal dan haramnya atau yang disebut dengan istilah Syubhat)
5. Fashion (pakaian) dan aksesorisnya. Yang telah merambah dari kota sampai desa dari golongan elit sampai golongan alit.

Tampaknya dari cara-cara kristenisasi yang paling berbahaya adalah:
1.melalui medis atau pelayanan kesehatan masyarakat
2. kristenisasi melalui pendidikan
3. kristenisasi melalui media massa. Misalnya melalui radio-radio, layar telefisi, surat kabar, mjalah dan media cetak lainnya.
kristenisasi melalui audio visual (yang biasa disajikan untuk anak-anak kecil), seperti nyanyian-nyanyian dari kitab suci, film-film kartun dan lain-lain.


Waspada Terhadap Kristenisasi
Dalam pembahasan kristenisasi kita ditegaskan agar berhati-hati dan waspada terhadap setiap perilaku dan strategi-strategi mereka. Kita dianjurkan mewaspadai terhadap gerakan orang-orang kafir.
Dalam hal ini, mungkin saja kita hanya terpaku pada perlawanan yang bersifat politis atau yang bersifat praktis seperti membendung gerakan kristenisasi secara fisik saja, tanpa kita menyadari bahwa kita sebenarnya justeru telah mengikuti ajaran-ajaran orang-orang kafir, baik dari cara berfikir, berbudaya, bahkan dalam cara memahami Islam. Sebagaimana digambarkan oleh Rosulullah dalam sebuah hadits yang artinya, ”sesungguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lobang biawakpun, kalian akan mengikutinya. Para sahabat bertanya, ”wahai Rosulullah, apakah yang dimaksud adlah orang-orang kafir (Yahudi-Nasrani)?. Jawab Rosul, ”siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhori dan Muslim)
Dengan demikian, sebenarnya pola pikir orang-orang kafir sudah mempengaruhi pola pikir kaum muslim. Itu bisa terlihat ketika banyaknya kaum muslimin memahami nash-nash al-Quran atau Hadits menurut versi Injil.
Begitu pula dalam kenyataannya secara umum kaum muslimin banyak yang beradaptasi dengan orang-orang kafir, baik dalam peribadatan, muamalah, pola pikir, budaya, siyasah, tradisi dan lain-lain. Orang-orang kafir terus bergerak, dan kaum muslimin akan mandul menghadapi mereka jika mereka tidak membersihkan diri dan agama mereka dari pengaruh kebiasaan oarang-orang kafir. Karena Allah SWT berfirman dalam surat Ali-Imron: 100
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.

3. PLURALISME
Gerakan berfaham sekuler (pemisahan antara urusan dunia dan akhirat), dengan slogan Islam Yes, partai Islam No pada tahun 1980 ditentang dimana-mana dan para alim ulama mengingatkan umat Islam akan bahayanya faham tersebut.
Seiring perjalanan waktu, pihak yang berusaha menghancurkan Islam dan umat Islam, merubah taktik Ghazwul Fikri (perang konsepsi, pemikiran) dengan cara yang lebih halus bahkan indah dimata dan telinga umat Islam, melalui faham pluralisme bahwa semua agama adalah baik dan benar serta sama dihadapan Tuhan.
Paham pluralisasi agama tersebut digaungkan dimana-mana saat ini, dengan ditopang dana tidak terbatas, dan hasilnya tidak sedikit kampus yang berlabelkan islam menopang serta menjadi sponsor utama faham tersebut, bahkan ada keturunan dan keluarga Kiyai yang menjadi sponsor utamanya.
Padahal, dengan menerima paham pluralisasi agama, adalah pintu gerbang memasuki paham Liberalisasi Agama (mentafsirkan agama menurut akal pikiran semata-mata), ujung-ujungnya mereka akan berhasil menggiring umat Islam untuk menerima paham Sekularisasi Agama (pemisahan antara urusan dunia dan akhirat)

Pluralisme adalah faham yang menyatakan bahwa semua agama adalah benar, demikian yang tidak dikehendaki islam. ”Karena agama yang diakui Allah hanyalah Islam” yang lain adalah bathil.
Pluralisme yang kontrofersial dan sering menjadi kebingungan di tengah-tengah masyarakat.
1. mengucapkan salam kepada non muslim, mengucapakn selamat natal, (selamat hari raya agama-agam lain) dan mengikuti natalan bersama mereka
2. kawin beda agama
3. waris beda agama
4. do’a bersama antar agama
Mininal keempat hal ini, sangat membingungkan masyarakat yang nota bene pemahaman agama masih sangat kurang, dan permasalahan yang empat di atas dilegalkan dan didukung oleh sebagian tokoh yang dalm pemahaman agamanya cukup di perhitungkan oleh masyarakat, dengan menggunakan dalil-dalil yang lebih menguntungkan pihak lain (agama lain) padahal mereka sendiri seorang cendikiawan muslim.(kembali ke dalil-dalil yang ada di atas).

4. SEKULARISME
Inti dari paham sekularisme menurut An-Nabhani (1953) adalah pemisahan agama dari kehidupan (faşl ad-dîn ‘an al-hayâh). Menurut Nasiwan (2003), sekularisme di bidang politik ditandai dengan 3 hal, yaitu:
(1) Pemisahan pemerintahan dari ideologi keagamaan dan struktur eklesiatik;
(2) Ekspansi pemerintah untuk mengambil fungsi pengaturan dalam bidang sosial dan ekonomi, yang semula ditangani oleh struktur keagamaan;
(3). Penilaian atas kultur politik ditekankan pada alasan dan tujuan keduniaan yang tidak transenden.
Yang menyatakan semua agama sama adalah Ulil Abshar Abdala dalam majalah Gatra 21 Desember 2002 menyebutkan: Semua agama sama. Semua menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.

5. LIBERALISME
Liberalisme adalah sebuah ajaran tentang kebebasan. Isme ini lahir seiring dengan lahirnya aqidah sekularisme. Jadi Liberalisme adalah anak kandung Sekularisme.Ia bersaudara dengan Kapitalisme dan Demokrasi. Ia mengajarkan akan kebebasan manusia dalam hal apa saja. Kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku dan kebebasan kepemilikan. Dari liberalisme ini muncullah gerakan-gerakan baru yang mengatas namakan gerakan memperjuangkan HAM, Hak Asasi Manusia.


PERBANDINGAN ANTARA ISLAM DAN LIBERALISME :
Mari kita simak perbandingan singkat berikut ini:
1. Aqidah :
Liberalisme beraqidah sekular, sedangkan Islam tidak beraqidah sekular
2. Sistem kehidupan yang terpancar darinya :
Islam menuntun kehidupan dengan sistem-sistem yang lahir dari Agama Islam itu sendiri. Aturan Islam datang dari Allah swt. Liberalisme melahirkan aturan-aturan yang tidak berlandaskan agama sama sekali.
3. Tentang kebebasan beragama:
Islam mengajarkan bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. Liberalisme mengajarkan bahwa agama tidak perlu dipersoalkan. Agama adalah urusan individu. Setiap Individu bebas memilih agama apapun.
4. Tentang kebebasan berpendapat:
Tidak ada kebebasan berpendapat dalam Islam, kecuali dalam hal-hal yang mubah. Oleh karena itu Musyawarah dalam Islam hanya dalam persoalan mubah. Hal ini berbeda sama sekali dengan Liberalisme. Liberalisme membebaskan berpendapat apa saja dalam seluruh persoalan, karena setiap individu dijamin bebas berpendapat.
5. Tentang kebebasan berperilaku
Syari?at Islam mengikat setiap perbuatan manusia. Setiap perbuatan manusia harus terikat dengan hukum Syari?at. Hal ini beda sama sekali dengan Liberalisme, dimana ia membebaskan setiap Individu untuk berbuat apa saja asalkan tidak merugikan hak individu lain.

Dari paparan ide dasar baik Islam maupun Liberalisme tersebut di atas, jelas sekali bahwa antara Islam dan Liberalisme, tidak ada kaitannya sama sekali, dan tidak perlu dikait-kaitkan. Mengaitkan dua hal yang bertentangan adalah tindakan yang bodoh. Apalagi hasil kaitan yang di reka-reka tersebut disebar luaskan untuk bisa diikuti umat. Jelas ini merupakan aktivitas yang membodohi umat. Perlu diwaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam, pembaharuan Islam, akan tetapi sesungguhnya adalah penghancuran terhadap Islam dari dalam. Nauudzu billaahi min dzaalik tsumma na?uudzu billaahi.

JARINGAN ISLAM LIBERAL
Pengkategorian Islam Liberal sebenarnya secara bentuk pemahaman hanya satu bentuk pengelompokan yang longgar, artinya tidak mempunyai sifat yang khusus apalagi seragam. Kalau kita berbicara tentang Islam Liberal, maka kita akan menemukan beberapa tokoh yang punya pengaruh besar dalam pengembangan dan penyebar luasan aliran ini di Indonesia. Adapun tokoh-tokohnya sebagai berikut : Nurcholis Majid, Ulil Absor Abdalla, AbdurRahman Wahid, Azumardi Azra, Johan Effendi, Masdar F. Mas’udi dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang berperan di JIL. JIL adalah gerakan pembaharu yang pertama kali dicetuskan oleh almarhum Nurcholis Majid sebelum beliau mendapat gelar Profesor. Gerakan ini sangat berbahaya karena yang menjadi tujuan mereka adalah bagaimana hak asasi manusia itu menjadi ukuran utama dalam kehidupannya. Mereka lebih mengedepankan hak dari pada kewajiban, padahal Islam sendiri lebih mendahulukan kewajiban dari pada hak. Dan juga akal lebih diutamakan dibandingkan yang lainnya. Contohnya adalah dalam penafsiran Al-Qur’an mereka lebih mengedepankan akal mereka daripada ayat yang sudah jelas dasar hukumnya, misalnya tentang ayat yang mengatur pelaksanaan haji, kemudian tentang kedudukan jilbab, dan zakat disamakan dengan pajak.

6. DEMOKRASI
Pengertian demokrasi secara gampangnya dapat diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dan secara istilah sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut: (a). Menurut Joseph A. Schmeter, demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat; (b). Sedangkan Sidney Hook berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

SYUBHAT-SYUBHAT DEMOKRASI DAN PEMUNGUTAN SUARA
Ada anggapan bahwa pemungutan suara adalah bagian dari musyawarah. Tentu saja amat jauh perbedaannya antara musyawarah mufakat menurut Islam dengan pemungutan suaraala demokrasi diantaranya:
1. Dalam Musyawarah mufakat, keputusan ditentukan oleh dalil-dalil syar’I yang menempati al-haq walaupun suaranya minoritas.
2. Anggota musyawarah adalah ahli ilmu (ulama) dan orang-orang sholeh, adapun didalam pemungutan suara anggotanya bebas siapa saja.
3. Musyawarah hanya perlu dilakukan jika tidak ada dalil yang jelas dari al-Kitab dan as-Sunnah. Adapun dalam pemungutan suara, walaupun sudah ada dalil yang jelas seterang matahari, tetap saja dilakukan karena yang berkuasa adalah suara terbanyak, bukan Al—qur’an dan As-sunnah.

7. ORIENTALISME
Orientalis menurut istilah banyak berbagai pendapat yang mengemukakan, tapi orientalisme bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dunia ketimuran dalam bidang akademik. Namun pada kenyataannya orientalisme bukan hanya sebatas mempelajari dunia timur atau dalam hal ini tentang keislaman, namun mereka juga mengatur strategi untuk menghancurkan umat Islam lewat apa yang ia pelajari, oleh sebab itu ia mempelajari tentang keislaman agar ia mengetahui kelemahan dari umat Islam itu sendiri.



Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya tentang definisi Iman dan Apa perbedaan antara Iman dan Islam. Beliau menjawab:
Islam dalam pengertiannya secara umum adalah mengamba (beribadah) kepada Allah dengan cara menjalankan ibadah-ibadah yang disyari'atkanNya sebagaimana yang dibawa oleh para utusan-Nya sejak para Rasul itu diutus hingga hari kiamat. Ini mencakup apa yang dibawa oleh Nuh 'Alaihis sallam berupa hidayah dan kebenaran, juga yang dibawa oleh Musa 'Alaihis sallam, yang dibawa oleh Isa 'Alaihis sallam dan juga mencakup apa yang dibawa oleh Ibrahim 'Alaihis sallam, Imamul hunafa' (pimpinan orang-orang yang lurus), sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam berbagai ayat-Nya yang menunjukkan bahwa syari'at-syari'at terdahulu seluruhnya adalah Islam kepada Allah 'Azza wa Jalla. 

Sedangkan Islam dalam pengertiannya secara khusus setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ajaran yang dibawa oleh beliau. Karena ajaran beliau menasakh (menghapus) seluruh ajaran yang sebelumnya, maka orang yang mengikutinya menjadi seorang muslim dan orang yang menyelisihinya bukan muslim karena ia tidak menyerahkan diri kepada Allah, akan tetapi kepada hawa nafsunya. 

Orang-orang Yahudi adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Musa 'Alaihis sallam, demikian juga orang-orang Nashrani adalah orang-orang muslim pada zamannya Nabi Isa 'Alaihis sallam. Namun ketika telah diutus Nabi MuhammadShallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian ia mengkufurinya, maka mereka bukan jadi orang muslim lagi. 

Oleh karena itu tidak dibenarkan seseorang berkeyakinan bahwa agama yang dipeluk oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani sekarang ini sebagai agama yang benar dan diterima di sisi Allah sebagaimana Dienul Islam. 

Bahkan orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah kafir dan keluar dari dienul Islam, sebab Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Sesungguhnya Dien yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam". (Ali-Imran : 19)
"Artinya : Barangsiapa mencari suatu dien selain Islam, maka tidak akan diterima (dien itu) daripadanya". (Ali-Imran : 85) 

Islam yang dimaksudkan adalah Islam yang dianugrahkan oleh Allah kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya. Allah berfirman.
"Artinya : Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". (Al-Maidah : 3) 

Ini adalah nash yang amat jelas yang menunjukkan bahwa selain umat ini, setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan pemeluk Islam. Oleh karena itu, agama yang mereka anut tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan memberi manfaat pada hari kiamat. Kita tidak boleh menilainya sebagai agama yang lurus. Salah besar orang yang menilai Yahudi dan Nashrani sebagai saudara, atau bahwa agama mereka pada hari ini sama pula seperti yang dianut oleh para pendahulu mereka. 

Jika kita katakan bahwa Islam berarti menghamba diri kepada Allah Ta'ala dengan menjalankan syari'at-Nya, maka dalam artian ini termasuk pula pasrah atau tunduk kepada-Nya secara zhahir maupun batin. Maka ia mencakup seluruh aspek ; aqidah, amalan maupun perkataan. Namun jika kata Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam berarti amal-amal perbuatan yang zhahir berupa ucapan-ucapan lisan maupun perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman adalah amalan batiniah yang berupa aqidah dan amal-amalan hati.
Perbedaan istilah ini bisa kita lihat dalam firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Orang-orang Arab Badui itu berkata : 'Kami telah beriman'. Katakanlah (kepada mereka) : 'Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, 'kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu". (Al-Hujurat : 14)
Mengenai kisah Nabi Luth, Allah Ta'ala berfirman.
"Artinya : Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri". (Adz-Dzariyat : 35-36)
Di sini terlihat perbedaan antara mukmin dan muslim. Rumah yang berada di negeri itu zhahirnya adalah rumah yang Islami, namun ternyata di dalamnya terdapat istri Luth yang menghianatinya dengan kekufurannya. Adapun siapa saja yang keluar dari negeri itu dan selamat, maka mereka itulah kaum beriman yang hakiki, karena keimanan telah benar-benar masuk ke dalam hati mereka. 

Perbedaan istilah ini juga bisa kita lihat lebih jelas lagi dalam hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu, bahwa Jibril pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai Islam dan Iman. Maka beliau menjawab : "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah". Mengenai Iman beliau menjawab : "Engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Utusan-utusan-Nya, hari AKhir, serta beriman dengan qadar yang baik dan yang buruk". 

Walhasil, pengertian Islam secara mutlak adalah mencakup seluruh aspek agama termasuk Iman. Namun jika istilah Islam itu disandingkan dengan Iman, maka Islam ditafsirkan dengan amalan-amalan yang zhahir yang berupa perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Sedangkan Iman ditafsirkan dengan amalan-amalan batiniah berupa i'tiqad-i'tiqad dan amalan hati

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff